FinSmart adalah platform investasi reksadana digital yang menargetkan first-time investor usia 25-35 tahun. Brand ini memiliki misi untuk mendemokratisasi investasi, namun copy mereka yang kaku dan penuh jargon finansial justru menciptakan penghalang psikologis bagi calon investor. Mereka butuh bahasa yang hangat, meyakinkan, dan berempati, yang fokus pada manfaat emosional: keamanan dan ketenangan pikiran.
Tantangan:
- Audiens target memiliki rasa takut tinggi terhadap investasi.
- Copy terlalu fokus pada fitur produk (misalnya: fee rendah, diversifikasi), bukan pada manfaat emosional.
- Conversion rate sign-up dan first deposit rendah.
- Jargon finansial membuat brand terasa tidak dapat dijangkau.
Solusi:
Membangun narasi copy dengan pendekatan empathy-first, di mana copy berfokus pada penghilangan rasa takut (fear removal) dan janji ketenangan pikiran, menjadikan FinSmart sebagai “teman” yang dapat dipercaya dalam perjalanan finansial.
Strategi yang digunakan:
- Empathy-First Headline: Mengakui dan menanggulangi rasa takut audiens secara langsung (misalnya: “Takut investasi? Kami mengerti.”).
- Mengubah Jargon Menjadi Analogi: Menjelaskan konsep kompleks (misalnya: diversifikasi, reksadana) menggunakan analogi sehari-hari yang sederhana dan relatable.
- Fokus pada Manfaat Jangka Panjang: Mengubah fokus dari return harian menjadi keamanan jangka panjang dan pencapaian tujuan hidup (liburan, rumah, pensiun).
- UX Copy untuk Trust Building: Menulis ulang microcopy di sign-up flow dan tombol action untuk memperkuat rasa aman dan transparansi.