Kopi Harapan Lokal adalah brand kopi asal Bandung yang menjual biji kopi premium dari petani di seluruh Nusantara. Visinya adalah memperkenalkan cita rasa kopi lokal ke pasar nasional dengan kualitas bersaing internasional. Namun, konten media sosial mereka hanya fokus pada spesifikasi produk, seperti “Kopi Arabika Gayo 100% Asli,” yang informatif tapi tidak menyentuh emosi audiens.
Tantangan:
- Engagement Instagram stagnan di angka 0,9%.
- Caption terasa seperti brosur, tanpa emosi.
- Tidak ada tone of voice yang konsisten.
- Audiens usia 20–35 tahun (target utama) merasa tidak relate.
- Brand awareness rendah di komunitas kopi.
Solusi:
Membangun pendekatan storytelling baru yang menghadirkan momen ngopi, bukan sekadar produk.
Strategi yang digunakan:
- Riset Audiens Mendalam: Mendengarkan cara audiens berbicara di forum pecinta kopi untuk menemukan insight utama: orang membeli momen ngopi, bukan kopi itu sendiri.
- Rebranding Tone of Voice: Mengubah nada dari formal menjadi hangat, personal, dan membumi, mengganti kalimat teknis dengan narasi yang memunculkan rasa.
- Membuat Content Pillars Baru: Menciptakan struktur konten dengan tiga pilar utama: Storytelling Harian (momen ngopi), Edukasi Ringan (fakta kopi tanpa istilah ribet), dan Community Highlight (cerita pelanggan/barista).
- Menulis dengan Empat Lapisan Rasa: Setiap caption ditulis dengan prinsip aroma, suasana, momen, dan manusia, agar audiens merasakan terlebih dahulu sebelum berpikir untuk membeli.