Kopi Harapan Lokal: Setiap Cangkir, Sebuah Cerita

Tanggal Rilis

16/10/2025

Lokasi

Bandung, Indonesia

Client

Kopi Harapan Lokal

Kategori

Content & Campaign Copywriting, Tone of Voice Development
Kopi Harapan Lokal, brand kopi premium asal Bandung, kesulitan menarik perhatian di pasar yang jenuh. Media sosial mereka, dengan caption informatif tapi tanpa emosi, gagal menciptakan koneksi dengan audiens target berusia 20-35 tahun. Mereka membutuhkan “jiwa” dalam cerita kopi mereka agar bisa bersaing dan relevan.

Kopi Harapan Lokal adalah brand kopi asal Bandung yang menjual biji kopi premium dari petani di seluruh Nusantara. Visinya adalah memperkenalkan cita rasa kopi lokal ke pasar nasional dengan kualitas bersaing internasional. Namun, konten media sosial mereka hanya fokus pada spesifikasi produk, seperti “Kopi Arabika Gayo 100% Asli,” yang informatif tapi tidak menyentuh emosi audiens.

Tantangan:

  • Engagement Instagram stagnan di angka 0,9%.
  • Caption terasa seperti brosur, tanpa emosi.
  • Tidak ada tone of voice yang konsisten.
  • Audiens usia 20–35 tahun (target utama) merasa tidak relate.
  • Brand awareness rendah di komunitas kopi.

Solusi:

Membangun pendekatan storytelling baru yang menghadirkan momen ngopi, bukan sekadar produk.

Strategi yang digunakan:

  1. Riset Audiens Mendalam: Mendengarkan cara audiens berbicara di forum pecinta kopi untuk menemukan insight utama: orang membeli momen ngopi, bukan kopi itu sendiri.
  2. Rebranding Tone of Voice: Mengubah nada dari formal menjadi hangat, personal, dan membumi, mengganti kalimat teknis dengan narasi yang memunculkan rasa.
  3. Membuat Content Pillars Baru: Menciptakan struktur konten dengan tiga pilar utama: Storytelling Harian (momen ngopi), Edukasi Ringan (fakta kopi tanpa istilah ribet), dan Community Highlight (cerita pelanggan/barista).
  4. Menulis dengan Empat Lapisan Rasa: Setiap caption ditulis dengan prinsip aroma, suasana, momen, dan manusia, agar audiens merasakan terlebih dahulu sebelum berpikir untuk membeli.
“Sebelum kerja bareng Nadia, caption kami terasa kayak jualan terus. Sekarang orang benar-benar ngobrol di kolom komentar. Banyak yang bilang, ‘caption-nya bikin pengen ngopi bareng!’.”
Riko
Founder Kopi Harapan Lokal
Saya belajar bahwa copy terbaik bukan yang paling indah tulisannya, tapi yang paling jujur rasanya. Kata-kata sederhana bisa menyentuh lebih dalam kalau ditulis dengan empati. Menulis untuk Kopi Harapan Lokal membuat saya sadar: bahkan di bisnis sederhana seperti kopi, kekuatan cerita bisa mengubah ‘produk biasa’ jadi pengalaman personal.

--, Nadia Pratama

Other Project

Linguago (5)
finsmart (5)
The Verdant (5)
vivalamode (5)
Dataflow (5)
Teras Rasa (5)