Teras Rasa adalah restoran casual dining di Jakarta yang menawarkan menu fusion Asia & Barat. Meskipun makanannya lezat, deskripsi menu dan media sosial mereka terasa generik, tidak punya storytelling yang menarik, sehingga engagement dan reservasi online rendah. Mereka ingin copy yang menggugah selera sekaligus emosional, menciptakan pengalaman kuliner penuh cerita.
Tantangan:
- Copy menu terlalu formal dan membosankan.
- Media sosial stagnan dengan engagement di bawah 1%.
- Tidak ada narasi brand yang membedakan dari restoran lain.
- Audiens target (25–40 tahun, urban foodie) sulit tersentuh dengan copy standar.
Solusi:
Membangun pendekatan storytelling berbasis sensorial marketing, menggabungkan kata-kata yang memicu indera pembaca: rasa, aroma, dan suasana.
Strategi yang digunakan:
- Rewriting Menu Descriptions: Mengubah deskripsi kaku menjadi narasi rasa yang membayangkan aroma, tekstur, dan pengalaman makan.
- Media Social Storytelling: Membuat content pillars baru: #CeritaDapur, #MomenTerasRasa, #ResepRahasia.
- Branding Tone: Mengembangkan tone baru: Hangat – Sensorial – Mengundang, dengan fokus pada pengalaman pelanggan.