VivaLaMode: Gaya Baru, Kisah Baru

Tanggal Rilis

24/10/2025

Lokasi

Yogyakarta, Indonesia

Client

VivaLaMode

Kategori

Product Copywriting, Social Media Copywriting, Brand Storytelling
VivaLaMode, e-commerce fashion untuk wanita urban, menghadapi masalah dengan deskripsi produk yang generik (“Blouse Katun, warna pink, ukuran S–XL”). Ini menyebabkan engagement media sosial rendah dan kesulitan membangun loyalitas pelanggan karena brand belum memiliki storytelling yang konsisten. Mereka ingin copy yang menonjolkan gaya hidup, kepribadian, dan aspirasi audiens, bukan sekadar menjual pakaian.

VivaLaMode adalah brand fashion online yang menjual pakaian kasual dan chic untuk wanita urban usia 20–35 tahun. Deskripsi produk yang generik dan engagement media sosial yang rendah menjadi masalah utama. Brand belum memiliki storytelling yang konsisten, sehingga sulit membangun loyalitas pelanggan. Tujuannya adalah menonjolkan gaya hidup, kepribadian, dan aspirasi target audiens, bukan hanya menjual produk.

Tantangan:

  • Copy terdengar kaku dan membosankan.
  • Audiens target sulit merasa terhubung.
  • Website dan Instagram feed tidak mendorong konversi.
  • Brand ingin tone yang chic, friendly, tapi tetap aspiratif.

Solusi:

Mengembangkan pendekatan “Fashion dengan cerita, bukan deskripsi,” dengan fokus pada narasi gaya hidup dan kepribadian.

Strategi yang digunakan:

  1. Rewriting Product Descriptions: Mengubah deskripsi fitur menjadi narasi lifestyle yang membangkitkan imajinasi pembaca tentang bagaimana produk tersebut dapat meningkatkan gaya dan kepercayaan diri mereka.
  2. Membangun Content Pillars Fashion: Membuat content pillar baru untuk media sosial yang meliputi: #OOTDVivaLaMode (inspirasi gaya), #BehindTheSeam (proses dan kualitas produk), dan #StyleTips (panduan fashion praktis).

Mengembangkan Brand Voice yang Chic & Aspiratif: Menetapkan tone yang memadukan kehangatan, modernitas, dan sentuhan aspirasi, sehingga audiens merasa terinspirasi dan terhubung.

“Nadia benar-benar mengubah cara kami berbicara tentang fashion. Sekarang, deskripsi produk kami terasa seperti cerita yang menginspirasi, dan pelanggan kami meresponsnya dengan engagement yang luar biasa. Dia berhasil membuat kami menjual gaya, bukan hanya pakaian.”
Anonymous
Founder VivaLaMode
Menulis untuk fashion e-commerce mengajarkan saya bahwa copy terbaik adalah yang mampu menjual sebuah cerita dan aspirasi, bukan sekadar produk. Ketika kata-kata bisa membuat audiens membayangkan diri mereka dalam gaya tersebut, itulah saatnya brand benar-benar terhubung. Ini menunjukkan kemampuan saya untuk menyelami berbagai industri dan menciptakan copy yang tidak hanya informatif, tetapi juga emosional dan menginspirasi.

--, Nadia Pratama

Other Project

Linguago (5)
finsmart (5)
The Verdant (5)
vivalamode (5)
Dataflow (5)
Teras Rasa (5)